Bengkel Gurah mesin Carbon clean dan Purging diesel,
Gurah mesin mobil bensin dan diesel
Purging diesel, purging Innova,purging Fortuner,purging Pajero, cleaning carbon,carbon clean, bengkel gurah mesin bekasi
P2006 Toyota Fortuner diesel - Intake Manifold Runner Control Stuck Closed Bank 1
pada kendaraan Fortuner Diesel VNT
Layanan Pembersih Intake Manifold mobil Fortuner Innova diesel.
INGIN MENGHINDARI KEHILANGAN DAYA? MENGALAMI MASALAH INTAKE MANIFOLD ATAU FLAP?
Mengapa intake Manipold tersumbat kotoran Carbon?
Sebagai bagian dari sistem emisi, beberapa asap gas buang yang kotor di keluarkan melalui knalpot ada juga dialihkan atau masukan kembali ke intake manifold untuk membantu mengurangi suhu pembakaran, ini pada gilirannya mengurangi suhu pembakaran dari emisi gas buang. Sisi negatifnya adalah bahwa Gas karbon, resin, residu uap minyak yang ada dalam gas buang melapisi bagian dalam intake manifold membentuk 'penumpukan karbon'. Seiring waktu, hal ini mengurangi kinerja mesin dan boros bahan bakar karena terhalang oleh carbon yang terbentuk.
Cara pengecekannya pada intake manipold vacum selenoid penyebab DTC P2006
Hal ini menyebabkan gejala seperti kinerja mesin yang buruk, efisiensi bahan bakar menurun, kadang kala lampu peringatan / engine chek menyala dan kinerja mesin menjadi terbatas, penghematan bahan bakar yang menurun boros BBM dan idle yang kasar. Termasuk pembersihan sistem EGR. Ini sudah termasuk layanan pembersihan intake manifold kami.
Asap hitam pada knalpot dapat menjadikan salah satu gejala carbon yang sudah terbentuk di dalam intake Manipold.. di karena perbanding udara dengan bahan bakar yang tidak seimbang, akibat udara yang terhalang ..
Proses pekerjaan Carbon clean mobil Fortuner Innova diesel dapat di lihat di bawah ini :
Saat ini bengkel kami dapat memberikan solusinya untuk membersihkan hal tersebut.
Paket Carbon clean pada mobil Fortuner Innova diesel berupa:
- Jasa
- Pembersihan Intake Manipold
- Pembersihan Throtle body
- Pembersihan Egr
- Purging diesel
- Fuel system cleaner ( masuk ke Tanki)
Dapat menghubungi kami / Booking Service ke WA 081287527188
Emisi gas yang dihasilkan oleh pembakaran
kendaraan bermotor pada umumnya berdampak negatif terhadap lingkungan.
Sehingga perlu diambil beberapa langkah untuk dapat mengendalikan gas
buang yang dihasilkan tersebut. Salah satu caranya adalah dengan
pemeriksaan atau uji emisi berkala untuk mengetahui kandungan gas buang
kendaraan yang berpotensi mencemari lingkungan. Pada negara-negara yang
memiliki standar emisi gas buang kendaraan yang ketat, ada 5 unsur dalam
gas buang kendaraan yang akan diukur yaitu senyawa HC, CO, CO2, O2 dan
senyawa NOx. Sedangkan pada negara-negara yang standar emisinya tidak
terlalu ketat, hanya mengukur 4 unsur dalam gas buang yaitu senyawa HC,
CO, CO2 dan O2.
== Emisi Senyawa Hidrokarbon ==
Bensin adalah senyawa hidrokarbon, jadi
setiap HC yang didapat di gas buang kendaraan menunjukkan adanya bensin
yang tidak terbakar dan terbuang bersama sisa pembakaran. Apabila suatu
senyawa hidrokarbon terbakar sempurna (bereaksi dengan oksigen) maka
hasil reaksi pembakaran tersebut adalah karbondioksida (CO2) dan
air(H¬2O). Walaupun rasio perbandingan antara udara dan bensin
(AFR=Air-to-Fuel-Ratio) sudah tepat dan didukung oleh desain ruang bakar
mesin saat ini yang sudah mendekati ideal, tetapi tetap saja sebagian
dari bensin seolah-olah tetap dapat “bersembunyi” dari api saat terjadi
proses pembakaran dan menyebabkan emisi HC pada ujung knalpot cukup
tinggi.
Untuk mobil yang tidak dilengkapi dengan
Catalytic Converter (CC), emisi HC yang dapat ditolerir adalah 500 ppm
dan untuk mobil yang dilengkapi dengan CC, emisi HC yang dapat ditolerir
adalah 50 ppm.
Emisi HC ini dapat ditekan dengan cara
memberikan tambahan panas dan oksigen diluar ruang bakar untuk
menuntaskan proses pembakaran. Proses injeksi oksigen tepat setelah
exhaust port akan dapat menekan emisi HC secara drastis. Saat ini,
beberapa mesin mobil sudah dilengkapi dengan electronic air injection
reaction pump yang langsung bekerja saat cold-start untuk menurunkan
emisi HC sesaat sebelum CC mencapai suhu kerja ideal.
Apabila emisi HC tinggi, menunjukkan ada 3
kemungkinan penyebabnya yaitu CC yang tidak berfungsi, AFR yang tidak
tepat (terlalu kaya) atau bensin tidak terbakar dengan sempurna di ruang
bakar. Apabila mobil dilengkapi dengan CC, maka harus dilakukan
pengujian terlebih dahulu terhadap CC denganc ara mengukur perbedaan
suhu antara inlet CC dan outletnya. Seharusnya suhu di outlet akan lebih
tinggi minimal 10% daripada inletnya.
Apabila CC bekerja dengan normal tapi HC
tetap tinggi, maka hal ini menunjukkan gejala bahwa AFR yang tidak tepat
atau terjadi misfire. AFR yang terlalu kaya akan menyebabkan emisi HC
menjadi tinggi. Ini bias disebabkan antara lain kebocoran fuel pressure
regulator, setelan karburator tidak tepat, filter udara yang tersumbat,
sensor temperature mesin yang tidak normal dan sebagainya yang dapat
membuat AFR terlalu kaya. Injector yang kotor atau fuel pressure yang
terlalu rendah dapat membuat butiran bensin menjadi terlalu besar untuk
terbakar dengna sempurna dan ini juga akan membuat emisi HC menjadi
tinggi. Apapun alasannya, AFR yang terlalu kaya juga akan membuat emisi
CO menjadi tinggi dan bahkan menyebabkan outlet dari “Cylinder Cap”
mengalami overheat, tetapi CO dan HC yang tinggi juga bisa disebabkan
oleh rembasnya pelumas ke ruang bakar.
Apabila hanya HC yang tinggi, maka harus
ditelusuri penyebab yang membuat ECU memerintahkan injector untuk
menyemprotkan bensin hanya sedikit sehingga AFR terlalu kurus yang
menyebabkan terjadinya intermittent misfire. Pada mobil yang masih
menggunakan karburator, penyebab misfire antara lain adalah kabel busi
yang tidak baik, timing pengapian yang terlalu mundur, kebocoran udara
disekitar intake manifold atau mechanical problem yang menyebabkan angka
kompresi mesin rendah.
Untuk mobil yang dilengkapi dengan sistem
EFI, gejala misfire ini harus segera diatasi karena apabila didiamkan,
ECU akan terus menerus berusaha membuat AFR menjadi kaya karena membaca
bahwa masih ada oksigen yang tidak terbakar ini. Akibatnya “Cylinder
Cap” akan mengalami overheat.
== Emisi Karbon Monoksida (CO) ==
Gas karbonmonoksida adalah gas yang
relative tidak stabil dan cenderung bereaksi dengan unsur lain. Karbon
monoksida, dapat diubah dengan mudah menjadi CO2 dengan bantuan sedikit
oksigen dan panas. Saat mesin bekerja dengan AFR yang tepat, emisi CO
pada ujung knalpot berkisar 0.5% sampai 1% untuk mesin yang dilengkapi
dengan sistem injeksi atau sekitar 2.5% untuk mesin yang masih
menggunakan karburator. Dengan bantuan air injection, maka CO dapat
dibuat serendah mungkin mendekati 0%.
Apabila AFR sedikit saja lebih kaya dari
angka idealnya (AFR ideal = lambda = 1.00) maka emisi CO akan naik
secara drastis. Jadi tingginya angka CO menunjukkan bahwa AFR terlalu
kaya dan ini bisa disebabkan antara lain karena masalah di fuel
injection system seperti fuel pressure yang terlalu tinggi, sensor suhu
mesin yang tidak normal, air filter yang kotor, PCV system yang tidak
normal, karburator yang kotor atau setelannya yang tidak tepat.
== Emisi Karbon Dioksida (CO2) ==
Konsentrasi CO2 menunjukkan secara
langsung status proses pembakaran di ruang bakar. Semakin tinggi maka
semakin baik. Saat AFR berada di angka ideal, emisi CO2 berkisar antara
12% sampai 15%. Apabila AFR terlalu kurus atau terlalu kaya, maka emisi
CO2 akan turun secara drastis. Apabila CO2 berada dibawah 12%, maka kita
harus melihat emisi lainnya yang menunjukkan apakah AFR terlalu kaya
atau terlalu kurus.
Perlu diingat bahwa sumber dari CO2 ini
hanya ruang bakar. Apabila CO2 terlalu rendah tapi CO dan HC normal,
menunjukkan adanya kebocoran exhaust pipe.
== Oksigen (O2) ==
Konsentrasi dari oksigen di gas buang
kendaraan berbanding terbalik dengan konsentrasi CO2. Untuk mendapatkan
proses pembakaran yang sempurna, maka kadar oksigen yang masuk ke ruang
bakar harus mencukupi untuk setiap molekul hidrokarbon.
Dalam ruang bakar, campuran udara dan
bensin dapat terbakar dengan sempurna apabila bentuk dari ruang bakar
tersebut melengkung secara sempurna. Kondisi ini memungkinkan molekul
bensin dan molekul udara dapat dengan mudah bertemu untuk bereaksi
dengan sempurna pada proses pembakaran. Tapi sayangnya, ruang bakar
tidak dapat sempurna melengkung dan halus sehingga memungkinkan molekul
bensin seolah-olah bersembunyi dari molekul oksigen dan menyebabkan
proses pembakaran tidak terjadi dengan sempurna.
Untuk mengurangi emisi HC, maka
dibutuhkan sedikit tambahan udara atau oksigen untuk memastikan bahwa
semua molekul bensin dapat “bertemu” dengan molekul oksigen untuk
bereaksi dengan sempurna. Ini berarti AFR 14,7:1 (lambda = 1.00)
sebenarnya merupakan kondisi yang sedikit kurus. Inilah yang menyebabkan
oksigen dalam gas buang akan berkisar antara 0.5% sampai 1
Mesin tetap dapat bekerja dengan baik
walaupun AFR terlalu kurus bahkan hingga AFR mencapai 16:1. Tapi dalam
kondisi seperti ini akan timbul efek lain seperti mesin cenderung
knocking, suhu mesin bertambah dan emisi senyawa NOx juga akan meningkat
drastis.
Normalnya konsentrasi oksigen di gas
buang adalah sekitar 1.2% atau lebih kecil bahkan mungkin 0%. Tapi kita
harus berhati-hati apabila konsentrasi oksigen mencapai 0%. Ini
menunjukkan bahwa semua oksigen dapat terpakai semua dalam proses
pembakaran dan ini dapat berarti bahwa AFR cenderung kaya. Dalam kondisi
demikian, rendahnya konsentrasi oksigen akan berbarengan dengan
tingginya emisi CO. Apabila konsentrasi oksigen tinggi dapat berarti AFR
terlalu kurus tapi juga dapat menunjukkan beberapa hal lain. Apabila
dibarengi dengan tingginya CO dan HC bila oksigen terlalu tinggi dan
lainnya rendah berarti ada kebocoran di exhaust sytem.
== Emisi senyawa NOx ==
Selain keempat gas diatas, emisi NOx
tidak dipentingkan dalam melakukan diagnose terhadap mesin. Senyawa NOx
adalah ikatan kimia antara unsur nitrogen dan oksigen. Dalam kondisi
normal atmosphere, nitrogen adalah gas inert yang amat stabil yang tidak
akan berikatan dengan unsur lain. Tetapi dalam kondisi suhu tinggi dan
tekanan tinggi dalam ruang bakar, nitrogen akan memecah ikatannya dan
berikatan dengan oksigen.
Senyawa NOx ini sangat tidak stabil dan
bila terlepas ke udara bebas, akan berikatan dengan oksigen untuk
membentuk NO2. Inilah yang amat berbahaya karena senyawa ini amat
beracun dan bila terkena air akan membentuk asam nitrat.
Tingginya konsentrasi senyawa NOx
disebabkan karena tingginya konsentrasi oksigen ditambah dengan
tingginya suhu ruang bakar. Untuk menjaga agar konsentrasi NOx tidak
tinggi maka diperlukan kontrol secara tepat terhadap AFR dan suhu ruang
bakar harus dijaga agar tidak terlalu tinggi baik dengan EGR maupun long
valve overlap. Normalnya NOx pada saat idle tidak melebihi 100 ppm.
Apabila AFR terlalu kurus, timing pengapian yang terlalu tinggi atau
sebab lainnya yang menyebabkan suhu ruang bakar meningkat, akan
meningkatkan konsentrasi NOx dan ini tidak akan dapat diatasi oleh CC
atau sistem EGR yang canggih sekalipun.
Tumpukan kerak karbon yang berada di
ruang bakar juga akan meningkatkan kompresi mesin dan dapat menyebabkan
timbulnya titik panas yang dapat meningkatkan kadar NOx. Mesin yang
sering detonasi juga akan menyebabkan tingginya konsentrasi NOx.
== Catatan Singkat: ==
CO : Carbon Monoxida
CO2 : Carbon Dioxida
HC : Hydro Carbon
NOx : Nitrogen Oxida
O2 : Oxygen
CC : Catalytic Converter
Sumber dari https://rengkodriders.wordpress.com/2012/05/08/pengertian-uji-emisi-terhadap-mesin/
Bengkel gurah mesin carbon clean dan purging diesel
Wa 081287527188
Sebenarnya service mobil berkala tidak membutuhkan biaya besar bila Anda melakukannya secara teratur. Kenali dulu sembilan komponen mobil yang mesti mendapatkan service berkala berikut ini. Agar Anda bisa menyiapkan waktu dan budget untuk urusan service:
Oli Mesin dan Filter Oli
Komponen mobil yang satu ini memang tak boleh luput dari perhatian Anda. Idealnya, oli mesin mobil diganti setelah Anda menempuh jarak 10.000 km .filter oli juga patut mendapatkan perhatian yang sama. Karena filter oli yang kotor tentu tak dapat melakukan proses penyaringan secara maksimal.
Busi
Busi berperan penting sebagai pemantik pada kendaraan bermotor. Meskipun bentuknya kecil, fungsinya memang sangat besar. Busi yang kotor membuat Anda kesulitan menyalakan mobil. Bahkan, mobil Anda akan semakin boros bahan bakar bila Anda tidak pernah mengganti busi dengan yang baru. Busi yang mulai kotor bisa dibersihkan. Namun, proses penggantiannya tetap harus dilakukan setelah mobil Anda menempuh jarak 20.000 km.
Filter Udara
Anda patut mengganti filter udara setelah menempuh jarak 40.000 km. Terutama bila Anda sering melintasi jalanan yang berdebu. Filter udara yang terlalu kotor akan menghambat suplai udara ke ruang pembakaran mobil. Akibatnya, pembakaran berlangsung kurang sempurna dan penggunaan bahan bakar malah semakin boros.
Aki
Salah satu tanda bahwa aki mobil harus diganti adalah sistem alarm mobil yang mati. Selain itu, biasanya dashboard mobil juga tidak mau menyala hingga lama-kelamaan Anda pun sulit menyalakan mesin mobil. Air pada aki basah harus ditambah secara teratur. Selain itu, aki basah maupun aki kering mesti diganti setiap tahun. Jangan sampai kinerjanya telanjur melemah hingga akhirnya membuat mobil Anda mogok saat dikendarai.
Filter AC
Jangan mengabaikan komponen mobil yang satu ini. Hingga kini masih banyak orang yang berpikir bahwa filter AC tak perlu dibersihkan atau diganti. Karena kondisi kabin mobil selalu bersih.filter AC juga menampung banyak kotoran yang tak kasat mata. Filter AC yang kotor atau rusak akan menyebabkan kinerja AC terganggu. Maka AC pun terasa tidak dingin dan mengganggu kenyamanan Anda. Oleh sebab itu, Anda mesti rutin membersihkan filter AC dan menggantinya setiap kali mobil menempuh jarak 20.000 km.
Kanvas Rem
Fungsi kanvas rem sangat krusial bagi mobil. Fungsi pengereman didukung oleh komponen kanvas rem yang berkualitas. Seiring dengan bertambahnya usia pemakaian mobil, kanvas rem bisa menipis dan menyebabkan sejumlah gangguan. Ada beberapa ciri yang menunjukkan kalau kanvas rem mobil mesti segera diganti, yaitu bunyi berdecit saat mengerem, jumlah minyak rem yang berada di bawah batas normal, dan injakan rem yang lebih dalam dari biasanya.
Kanvas rem yang sudah menipis akan menyebabkan gesekan antar komponen logam dan mengurangi jumlah minyak rem pada reservoir. Sebaiknya kanvas rem rutin dicek dan mendapatkan penggantian setiap jarak tempuh 20.000 km.
Kanvas Kopling
Selain kanvas rem, kanvas kopling juga butuh perhatian. Kanvas kopling berfungsi mengirimkan tenaga mesin ke ban. Biasanya kanvas kopling relatif cepat menipis karena kondisi jalanan yang rusak. Salah satu ciri kanvas kopling yang harus diganti adalah bau khas kopling yang timbul saat Anda mengerem di tanjakan. Kanvas kopling sebaiknya diganti setelah mobil menempuh jarak 10.000 km hingga 50.000 km.
Lampu
Proses penggantian lampu mobil tentu tidak sulit. Semakin sering Anda mengendarai mobil, maka biasanya semakin pendek pula usia lampu mobil. Pemasangan lampu mobil harus dilakukan secara benar agar lampu tersebut awet dan tidak menyebabkan bahan bakar mobil menjadi boros. Biasanya lampu mobil sudah mulai meredup bila digunakan selama 1,5 tahun. Jadi, Anda harus lekas menggantinya dengan yang baru supaya tidak mengganggu performa mobil.
Ban Mobil
Kondisi ban mobil juga harus diperhatikan secara seksama. Terutama bila Anda sering melewati jalanan yang rusak atau menanjak. Tekstur ban mobil yang mulai menipis akan menyebabkan daya geseknya berkurang. Akibatnya, mobil jadi kesulitan bermanuver dan risiko kecelakaan pun semakin besar.
Anda mesti memilih ban mobil baru sesuai dengan karakteristik mobil. Ban mobil depan bisa digantikan dengan ban belakang. Sehingga ban belakang mendapatkan ban baru. Siklus ini harus dilakukan secara teratur demi menjaga kualitas ban mobil. Jangan sampai Anda berkendara dengan mobil yang bannya sudah tipis dan rentan pecah.
Mandiri Autoservice
Bengkel Gurah mesin Carbon clean dan Purging diesel
Bengkel gurah mesin carbon clean dan purging diesel
Merawat kendaraan bermesin diesel cukup sederhana. Baik itu yang sudah
mengadopsi teknologi common rail, direct injection atau bahkan indirect
injection. Terpenting menjaga kebersihan bahan bakar yang tentunya
berimbas dengan kebersihan tangki bahan bakar, injektor, filter solar,
saluran bahan bakar.
Caranya tidak terlalu sulit, salah satunya
melakukan diesel purging secara rutin setiap 20,000 KM. Bahkan boleh
juga setiap 10,000 KM jika menggunakan solar subsidi pada kendaraan
common rail seperti Toyota Kijang Innova, Toyota Fortuner, Chevrolet
Captiva, Mitsubishi Pajero Sport, Renault Duster dan lain sebagainya.
"Dengan rutinnya melakukan purging fuel line, tentu meminimalkan resiko
injektor tersumbat atau rusak dikarenakan jalur bahan bakar sudah
kotor," Sebagai gambaran, harga injektor common rail
rata-rata Rp 3 juta belum termasuk ongkos pasang. Bayangkan jika 4 buah
injektor rusak, tentunya akan mengeluarkan uang yang cukup banyak.
"Lebih baik mencegah daripada sudah terlambat,"
Jika tanda-tanda berikut di bawah ini Anda alami, berarti indikasi
injektor mesin diesel Anda bermasalah, mobil diesel Anda perlu di
PURGING.
- Tenaga mesin berkurang
- Mengalami kesulitan start awal (menghidupkan mesin) di pagi hari
- Mesin lebih bergetar dari biasanya
- Mesin bergejala pincang walau saat idle maupun saat dijalankan
Masalah paling umum adalah nozzle injektor tersumbat kotoran. Kotoran
tersebut sangat halus, berskala mikron (1/1000mm), yang terakumulasi
lama menghasilkan residu yang menyumbat injektor. Akibatnya aliran solar
yang masuk terganggu.
Perhatian harus lebih lagi untuk mesin diesel yang sudah mengadopsi
sistem injektor common-rail dimana dalam sistem ini, tekanan sangat
tinggi (1.350-1.800 bar) yang bertujuan untuk membuat pengabutan
berlangsung sempurna, hasilnya mesin lebih bertenaga, lebih efisien dan
juga ramah lingkungan. Untuk jenis mesin diesel common rail, solar
berkualitas rendah sangat tidak dianjurkan dan kebutuhan akan perawatan
rutin injektor diesel harus lebih sering (interval waktu servis lebih
singkat), biasanya dianjurkan setiap 10.000 Km, bahkan lebih sering lagi
yaitu setiap 5.000 Km jika memakai solar kualitas rendah atau kondisi
seperti di atas sudah mulai dirasakan.
Perawatan umum di bengkel biasanya adalah dengan “bongkar mesin”
khususnya bagian injektor dan saluran bahan bakar untuk dibersihkan,
harganya mahal sekali, sekali servis kisaran lebih dari 1-2 jutaan. Jika
rusak parah, maka komponen injektor harus diganti dan harganya mahal
sekali, misalnya injektor Toyota Kijang Innova diesel (EDU 2 soket)
sekitar Rp 4,5 juta per unit, dan untuk model 3 soket bisa hingga Rp 7
juta per unit.
Tapi sekarang ada cara yang lebih efektif dan efisien, sekaligus biaya
rendah yaitu dengan metode PURGING yang hanya menghabiskan waktu lebih
kurang 30 menit dan bisa dikerjakan sendiri (bagi yang sudah
mempelajarinya).
Metode ini mem-by-pass langsung cairan pembersih ke injektor melalui
jalur filter bahan bakar. Sirkulasi cairan purging berlangsung tertutup
dengan rute masuk dan keluarnya cairan purging ke pompa injeksi berasal
dari kaleng DIESEL PURGE sebagai tangki eksternal menggantikan tangki
bahan bakar mobil.
Jika perawatan tersebut membutuhkan waktu,, anda dapat menhubungi kami 081287527188 untuk wilayah bekasi , kami akan mengerjakan purge di tempat anda.
Pembersihan kerak carbon pada mobil All New Pajero sport terletak pada:
- Intake Manipold
- Egr
- Throtle Body.
Carbon ini terbentuk akibat akumulasi dari kotor hasil pembakaran yg menggunakan bahan bakar yg berkualitas rendah atau pun sudah melewati masa yg sangat lama , tingkat penguapan dari pelumasan dari oli dan dari kotoran yg tidak tersaring dari air filter
Hal ini mengakibatkan tenaga mobil Pajero sport anda berkurang responnya, dan berasap Hitam pada saat idling.
Untuk service berkala setelah tercapai kilometer 50rb atau 5tahun pemakaian./ Lebih cepat sangat dianjurkan.
Silahkan menghubungi bengkel langganan Anda untuk penangan lebih lanjut.
Mandiri Autoservice
Bengkel Gurah mesin carbon clean dan Purging diesel.
Jln Raya Pendidikan no 1 Mangunjaya tambun Selatan
081287527188 Carbon Cleaner Bekasi / Gurah Mesin Bekasi ( HOME SERVICE )/ Injection Clean
melayani panggilan wilayah Bekasi Tambun Cibitung Cikarang dan sekitarnya
avanza xenia nissan Honda Hyundai Dll
Jasa Pembersihan ruang bakar pada kendaraan dengan
menggunakan cairan pembersih yang di masukan ke dalam Ruang bakar dan di
keluarkan kembali kotoran karbon dengan cara di isap menggunakan alat, tanpa
membongkar komponen .
Pekerjaan ini di lakukan bersamaa dengan service Rutin
Engine Tune dilakukan setiap kelipatan 20.000 KM. Cocok untuk kendaraan yang
sudah masa pakai di atas 3 tahun.
Dikerjakan tanpa ke bengkel karena dapat di lakukan di rumah
(home service ) cukup menghubungikami
dan melakukan Booking Service
Produk ini adalah Combution Chamber Cleaner atau
pembersih ruang bakar mesin khususnya mesin mobil .
Kelebihan dari produk kami adalah
- Bahan baku bermutu tinggi dari pabrikan kimia besar dunia
- Tidak menggunakan kimia yang bersifat asam ataupun basa kuat
- Tidak menimbulkan pelapisan/lengket. Cairan akan menguap apabila terkena
proses pembakaran
- Efektif, aman dan lebih ramah lingkungan
Manfaat yang diberikan dari produk ini untuk mesin mobil anda adalah :
- Mengembalikan Daya/Tenaga Mesin
- Mengurangi atau bahkan menghilangkan Ngelitik/Knocking
- Konsumsi bahan bakar lebih efisien
- Meningkatkan kualitas emisi buang
- Memperlambat kehausan pada elemen mesin
Setelah di Lakukan Carbon Clean , Maka dilanjukan dengan pembersihan
Injector Nozzle dengan menggunakan Tehnologi Jerman, agar Kendaraan
benar benar maksimal / Standart Pabrikan.
Gurah mesin, Detox mobil, Carbon clean adalah proses pembersihan ruang bakar. Mengapa ruang bakar harus dibersihkan ? karena semakin bersih ruang bakar maka semakin baik pula terjadinya pembakaran. Dan ini akan berbanding lurus terhadap tenaga yang dihasilkan.
Proses pembakaran yang terjadi berulang - ulang akan menimbulkan kerak karbon yang menempel pada permukaan piston, sehingga hal ini sangat merugikan.
Proses pembersihan kerak karbon yang paling efektif adalah dengan metode gurah mesin. Karena metode pembersihan yang dilakukan adalah dengan menyedot kerak-kerak tersebut dengan pumpa vacum khusus. Jadi jika hanya mengandalkan carbon cleaner yang disemprokan dari saluran masuk ( intake manifold ), itu tidak akan maksimal karena tidak dapat mengangkat kerak - kerak yang menempel pada permukaan piston.
Cara Detox mesin mobil
1. Buka busi dari mesin , lalu di sesuai kan masing posisi piston untuk ruang bakar .
2. Masukan cairan carbon clean ke tiap tiap lubang busi. Tunggu sekitar 10-15 menit sampai cairan bereaksi menghancurkan kerak carbon.
3. Lalu di keluarkan kotoran yg sudah mencair dengan berbagai cara sehingga ruang bakar bersih kembali.
4.pasang kembali Busi ke tempat semula.
5 Lalu hidupkan mesin sampai kondisi mesin mobil normal kembali.
Sangat mudah bukan.....
Masing masing mobil berbeda beda jenis kotornya dari Carbon, ada yang sangat kotor atau pun kotor biasanya, tergantung dari perawatan mobil sebelumnya.
Sebaiknya untuk pengerjaan di lakukan oleh mekanik yg sudah mengerti.
Karena tidak semua bengkel dapat melalukan gurah mesin tersebut.
Untuk itu Kami dapat membantu dengan menghubungi di no WA 081297527188
Tempat kami di daerah Tambun Bekasi
Mandiri Autoservice
📍Bengkel Gurah mesin Carbon clean dan Purging diesel